Halaman

Tampilkan postingan dengan label HIKMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIKMAH. Tampilkan semua postingan

11.11.12

RAHASIA INGIN BAYI LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN


RAHASIA INGIN BAYI LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN

Berharap biasanya dilakukan oleh sebagian orang yang mempunyai suatu rencana pada waktu mendatang. Bagi beberapa orang yang tidak mempunyai sebuah rencana apda waktu dekat, maka dapat menyimpannya sebagai referensi.

Latar belakang :

Sperma laki-laki mengandung unsur spermatozoa X dzn Y, spermatozoon X menentuka unsur perempuan sedangkan Y adalah unsur laki-laki. Berdasarkan sifat-sifat physiologi dari spermatozoa diatas, para ahli gynetika membuat teori dalam memilih untuk melahirkan bayi atau perempuan.

1 Faktor makanan :
Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Suami harus makan makanan yang banyak mengandung Alkaline, sedangkan istri banyak mengandung makanan yang mengandung asam.

Makanan yang banyak mengandung Alkaline adalah : sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut.
Makanan yang banyak mengandung asam adalah : daging dan see food (makanan laut)

Jika menginginkan bayi laki-laki
Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung Alkaline.

2 Faktor waktu (kapan melakukan senggama)
Jika mengnginkan seorang bayi perempuan
Keseringan senggama dilakukan pada waktu sebelum haid

Jika menginginkan bayi laki-laki
Keseringan senggama dilakukan pada waktu mendekati masa haid dan arau segera sesudah amsa haid.

Bagaimana mengetahui periode masa haid?
Teperatur atau suhu tubuh meningkat (anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record)

3 Faktor Fenetrasi (tusukan)
Jika mengiginkan seorang bayi perempuan
Suami harus menghindari tusukan yang dalam kedalam kemaluan istri pada waktu senggama.

Alasan :
Karakter dari Spermatozoa X dan Y
Spermatozoa X : Pelari maraton (jauh) dengan stamina yang tinggi (kuat)
Spermatozoa Y : Pelari sprinter (cepat) dengan stamina yang loyo (lemah)

4 Faktor Rangsangan
Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Istri harus menghindari rangsangan selama senggama. Secrese cairan yang keluar dari kemaluan perempuan aka menjadi Alkaline jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spermatozoa Y.

Jika menginginkan bayi laki-laki
Ejakulasi suami sesudah istri terangsang.

5 Faktor persiapan istri

Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Cuci vagina dengan larutan dar dua sendok white vinegar yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun

Jika meninginkan bayi laki-laki
Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda yang sudah dicampur dalam atu liter air bersih

6 Faktor posisi

Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Posisi Istri pada waktu senggama diatas suami

Jika menginginkan bik laki-laki
Posisi suami pada waktu senggama berada diatas istri. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran (sel telur).


Untuk rencana mempunyai seorang anak diatas dan siapapun yang akan membutuhkan rencana untuk masa datang, tabel dibawah ini akan membantu untuk memprediksi jenis kelamin dari anak yang akan dilahirkan.
Akurasi dari tabel dibawah telah dibuktikan oleh ribuan orang dan hal ini dipercaya sebagai 99% kebenarannya.
Percaya atau tidak

 
Keterangan :
P = Perempuan
L = Laki-laki

Penjelasan :
Anda dapat memilih musim atau bulan yang anda inginkan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada tabel diatas. Usia istri dari 18 sampai 45 tahun paad baris atas dari tabel, sedangkan kolom kiri dari tabel menunjukkan bulan pembuahan dari anak yang diinginkan.
Dengan berpedoman pada tabel diatas anda akan dapat memilih waktu kapan harus melakukan senggama menurut jenis kelamin anak yang diinginkan.
Jadi anda dapat merencanakan untuk mempunyai anak laki-laki ataupun perempuan.
Tabel ini diambil dari Royal tomb dekat Peking, China. Original copy tersimpan di Institute of Science of Peking.
Kebenaran dari table diatas telah dibuktikan oleh ribuan orang dan dipercaya 99% kebenarannya.

Contoh singkat : Jika istri berusia 27 thn dan bayinya dibuat pada bulan Januari, berdasarkan tabel diatas bayi yang akan dilahirkan adalah perempuan. Tabel diatas didasarkan pada bulan proses pembuahan bayi, bukan kelahiran dari bayi.

Keterangan :
Ahli-ahli genetika China telah meneliti dan menyajikan kempali tabel ini setelah terkubur lama di Royal tomb selama 700 tahun yang lalu.

24.7.12

MELIHAT JIN…?



Muqoddimah
Jin adalah makhluk ghoib yang diciptakan Allah dari api dan keberadaannya tersembunyi, tidak terlihat oleh mata kita (manusia). Sesuai dengan nama yang telah diberikan Allah kepadanya, yaitu Jin. Yang berasal dari kata, “Janna-Yajannu“ yang artinya menutup/ menyembunyikan. (Kamus al-Munawwir: 215)

Allah berfirman, “Ketika malam telah menutupinya (gelap), dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam.” (QS. Al-An’am: 76).

Hanya Allah yang Mengetahui
Dunia jin adalah dunia ghoib, dan tidak ada yang paling mengetahui tentang karakter dan kehidupan mereka selain Allah. Muhammad sebagai manusia pilihan dan utusan mengetahui hal yang ghoib sebatas informasi yang didapatkan dari Allah melalui wahzu yang dia terima.
Al-Qur‘an menegaskan, “Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib, kecuali Allah." (QS. An-Naml: 65).
Di ayat lain Rasulullah diperintahkan, “Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghoib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS. An-Naml: 65).

Bukti Eksistensi Jin
Meskipun jin itu makhluk yang tersembunyi, wujud aslinya tidak bias dilihat oleh mata, namun kita harus percaya bahwa mereka ada. Dan itu masuk bagian dari iman kepada yang ghoib. Allah telah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana Dia menciptakan manusia.
Allah berfirman, “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr: 26-27).
Allah telah berfirman, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”(QS. Adz-Dzariyat: 56).

Jenis Sosok Jin
Jin itu tidak hanya satu jenis, tapi ada banyak jenisnya. Kita bias mengetahui keberagaman mereka melalui sabda Rasulullah berikut ini.
Dari Abu Tsa‘labah al-Khosyani berkata, Rasulullah bersabda, “Jin itu ada tiga jenis; Ada yang bersayap dan terbang di udara, dan ada yang berjenis ular dan kalajengking, dan ada yang menetap atau berpindah-pindah.” (HR. Thabrani dan al-Hakim dengan sanad yang shahih, dan dinyatakan shahih oleh Syekh al-Albani, lihat Kitab Shahihil Jami‘ as-Shaghir: 3/ 85).

Idiologi Jin
Apa agama dan kezakinan jin? Meskipun tujuan diciptakan mereka untuk ibadah kepada Allah, tapi kenyataanya tidak semua jin taat dan mau menyembah Allah. Seperti halnya manusia. Agama jin juga berbeda, aliran keyakinan mereka juga berbeda-beda. Ada yang muslim, ada yang kafir. Ada yang shalih, ada yang thalih (suka bermaksiat).
Allah telah berfirman, “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shalih, dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al-Jin: 11).
Allah berfirman, “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api (bahan bakar) bagi neraka Jahannam.” (QS. Al-Jin: 14-15).

Manusia Bisa Melihat Jin?
Apakah manusia bias melihat wujud jin dalam bentuk aslinya? Mari kita tanyakan kepada Allah, karena Dialah yang paling paham akan keterbatasan jin dan manusia. Namun jika jin dalam wujud tidak aslinya, dalam penampakan alias telah berubah menjadi bentuk tertentu, maka kita bisa melihat mereka. Hanya saja sebagian hewan bias melihat jin dalam wujud aslinya, seperti yang dikabarkan Rasulullah berikut.
Allah berfirman, “…Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-A’raf: 27).
Rasulullah bersabda, “Apabila kalian mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari (kejahatan) syetan. Karena ia telah melihat syetan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar lolongan anjing dan ringkikan keledai di malam hari, maka berlindunglah kepada Allah. Karena mereka sedang melihat apa yang tidak kalian lihat.” (HR. Abu Daud, no. 5103).
Imam Syafi’i rahimahulloh berkata, “Barangsiapa yang mengaku dirinya bisa melihat jin (dalam bentuk aslinya), maka kami tolak kesaksiannya kecuali dia seorang nabi.” (Kitab Fathul Bari: 4/ 489).

Jin Bisa Kita Buru?
Jin jahat (Iblis dan syetan) adalah musuh manusia. Oleh karena itu kita tidak usah disibukkan diri dengan memburu dan mengejar mereka untuk kita karantina atau kita binasakan. Kalau bisa jangan berharap bertemu dengan syetan jin. Mohonlah kepada Allah agar terhindar dari kejahatan mereka. Namun jika mereka menyerang dan mengganggu kita, maka kita harus melawan dan jangan takut, karena Allah bersama senantiasa kita.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45).
Allah berfirman, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu). Karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6).
Dalam suatu hadits Rasulullah berpesan, “Wahai manusia, janganlah kalian berharap ketemu musuh, dan mohonlah kepada Allah perlindungan darinya. Tapi jika kalian bertemu mereka, maka bersabarlah (berteguh hati). Ketahuilah bahwa surga itu di bawah kilauan pedang.” (HR. Bukhari dari Salim).

Jin Bisa Ditangkap?
Rasulullah tidak pernah menyuruh kita untuk berburu jin dan menangkapnya. Karena itu bukan wewenang kita. Jin itu makhluk ghoib, bagaimana kita akan menangkap hal yang ghoib. Dalam wujud aslinya, jin tidak bisa kita tangkap. Tapi jika mereka menampakkan diri atau menyerupai sesuatu, maka kita bias menangkapnya. Sebagaimana yang pernah dilakukan Abu Hurairah, Abu Ayyub al-Anshari, dan Mu’ady bin Jabal. Pada suatu hari, Rasulullah bercerita kepada para shahabatnya, "Sesungguhnya Ifrit dari golongan jin tadi malam telah datang kepadaku untuk mengganggu shalatku. Dan Allah memberiku kemampuan sehingga aku bisa menangkapnya. Aku berkeinginan untuk mengikatnya di salah satu tiang masjid, agar di pagi harinya kalian semua bisa melihatnya. Hanya saja saya ingat do'a saudaraku Sulaiman, "Ya Tuhanku anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki seorang juapun sesudahku. (QS. Shad: 35)" Abu Hurairah berkata, "Lalu Rasulullah melepasnya dalam keadaan hina'." (HR. Bukhari dan Muslim).
Prof. Dr. M. Quraish Shihab berkata, “Apabila jin berubah bentuk, maka Anda dapat menangkap dan membunuhnya, karena pada saat seperti itu, ia tidak dapat berlepas diri dari hukum alam yang berkaitan dengan manusia. Itulah sebabnya, saat Rasulullah diganggu oleh jin yang berbentuk manusia, beliau bermaksud menangkap dan mengikatnya di tiang masjid agar dapat dilihat orang banyak.” (Buku; Yang Tersembunyi: 46-47, dan dia menukil penjelasan Syekh M. Mutawalli Sya‘rawi dalam Kitab as-Sihru wal Hasad).

Jin Bisa Dibotolin?
Kalau secara hukum syari’at Islam, jin dalam wujud aslinya tidak bisa dilihat manusia, bagaimana kita akan memburu dan menangkap serta memasukkannya ke botol. Itu hanya bualan mereka yang terinspirasi dari kisah Aladin dan legenda lampu ajaibnya. Yang mana kisahnya, jin yang dalam lampu itu bisa dipanggil dan dimintai bantuan. Yang bisa menangkap, memenjarakan, menghukum jin hanyalah Allah.
Rasulullah bersabda, “Apabila telah datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syetan-syetan dibelenggu.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya semalam syetan hendak menggangguku saat aku menyusuri bukit. Di antara mereka ada yang membawa obor-obor untuk membakar wajahku. Lalu malaikat Jibril mendatangiku dan menyeru, ‘Hai Muhammad, bacalah!: A‘udzu bi kalimatillahit tammati lati la yujawizuhunna barrun wa la fajir min syarri ma kholaqo wa dzaro-a wa barok...“. Ketika aku selesai membacanya, obor-obor mereka padam, dan Allah-pun mengalahkan mereka.” (HR. Ahmad).
Abu Sa‘id al-Khudri berkata, “Adalah Rasulullah selalu beristi‘adzah dari kejahatan mata Jin dan kejahatan mata manusia. Ketika telah turun surat al-Mu‘awwidzatain, beliau lebih suka membaca dua surat tersebut dan meninggalkan yang lainnya.” (HR. Tirmidzi, dan dihasankannya).

Tujuan Jin (syetan) Menggoda manusia?
Untuk Apa syetan mengganggu manusia? Jawabannya tidak lain tidak bukan, hanyalah ingin menyesatkan kita dari jalan yang benar, yang kelak Iblis bisa punya teman yang sebanyak-banyaknya dalam neraka Jahannam yang telah dijanjikan Allah
Allah mengabarkan, “Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa‘: 60).
Di surat lain, Iblis berkata, "Demi Keagungan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya”. (QS. Shad: 82).
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan telah berkata, ‘Wahai Tuhanku, demi Keagungan-Mu, aku akan terus-menerus menggoda hamba-hamba-Mu selama roh mereka berada dalam jasad mereka (masih hidup)…” (HR. Ahmad dan Hakim).

Cara Aman Melawan Syetan
Masing-masing agama punya cara tersendiri untuk mengusir atau menghilangkan gangguan jin jahat (syetan). Namun kita sebagi ummat Islam tidak boleh memakai cara lain. Kita harus komitmen terhadap ajaran dan tuntunan Islam. Kita bangga jika menggunakan konsep sendiri, karena itulah konsep yang benar, yang lainnya salah.
Allah berfirman, “Dan jika kamu ditimpa suatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200).
Rasulullah bersabda, “Seorang hamba tidak bisa menjaga dirinya dari kejahatan syetan kecuali dengan dzikrulloh.” (HR. Tirmidzi, dan dinyatakan sebagai hadits hasan shahih).
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan akan kabur dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” (HR. Muslim).
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kamar kecil ini dihuni jin. Jika kalian masuk toilet, maka bacalah do’a; ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan syetan laki-laki dan syetan perempuan’.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, dari Zaid bin Arqom).
Umar bin Khattab berkata, “Sesungguhnya seseorang tidak bisa berubah dari bentuk asli yang diciptakan Allah menjadi bentuk yang lain, tapi mereka punya tukang-tukang sihir seperti tukang-tukang sihir kalian. Apabila kalian melihat penampakan mereka, maka kumandangkanlah adzan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, dan Imam Ibnu Hajar menyatakan sanadnya shahih/ Kitab Fathul Bari: 6: 344).

Penutup
Sesungguhnya yang paling paham akan karakter syetan adalah Allah sebagai Penciptanya. Yang paling tahu tentang apa saja yang membuat syetan takut, melemah, tidak betah, marah dan kabur hanyalah Allah.
Maka dalam hal ini kita tidak boleh mendahulukan prasangka, kira-kira atau informasi yang tidak valid, daripada berpedoman pada nash atau dalil yang ada. Agar kita tidak terjebak dalam tipu muslihat syetan, entah itu syetan jin maupun syetan manusia. Wallohu A‘lam bish Showab.

Penulis: Ust. Hasan Bishri, Lc
Praktisi Ruqyah Syar’iyah di Klinik Ghoib

Dua cobaan diberikan Allah untuk manusia.



Cobaan kesusahan dan cobaan kesenangan.
Pertama cobaan kesusahan, apakh manusia menerima cobaan kesusahan itu dengan ikhlas. Kebanyakan manusia selalu menyatakan Tuhan tidak adil. Mausia selalu ingat Allah apabila ia dalam kesusahan. Seharusnya manusia bersabar dengan cobaan kesusahan, apakah manusia dapat bersabar dengan cobaan kesusahan itu dan mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang bersyukur akan ditambah nikmat yang lebih besar, yaitu nikmat terlepas dari kesusahan.
Kedua yaitu cobaan kesenangan, bagaimana manusia menyikapi / menerima cobaan kesenangan, kemewahan yang diberikan Allah. Kebanyakan orang akan lupa kepada Allah karena sibuk atau selalu sibuk mengurusi harta kesenangan itu sehingga manusia itu tak ingat lagi untuk bersyukur kepada Allah. Manusia mengatakan bahwa kesenangan itulah atau harta itulah segala-galanya, ia lupa bahwa semua itu dari Allah dan kembali kepada Allah dengan waktu dan cara Allah. Seharusnya orang yang hidup dalam kesenangan, kemewahan selalu ingat akan cobaan Allah. Bagaimana ia hidup dengan kesenangan yang diberikan Allah itu, semestinya ia bersedekah kepada orang yang membutuhkan.

Orang yang dicoba Allah dengan cobaan kesusahan hendaknya tawakkal kepada Allah. Memandang cobaan itu sebagai ujian untuk menguatkan keimanannya kepada Allah. Tidak memandang cobaan kesusahan itu sebagai buruk sangka pada Allah maka ia akan bahagia didunia dan akhirat.

Orang  yang dicoba Allah dengan cobaan kesenangan, kemewahan, hendaknya selalu bersyukur atas nikmat Allah. Semua itu hanya ujian, sehingga dengan nikmat kesenangan itu bertambah imannya kepada Allah, meningkatkan ketaqwaan kepada Allah. Ia akan bahagia didunia dan akhirat.      

Orang susah didunia yang lupa pada Allah, maka akan susah dunia di akhirat.
Orang kaya didunia yang lupa pada Allah, maka ia senang didunia dan susah di akhirat.
Orang susah didunia selalu ingat pada Allah, maka ia susah didunia tapi senang di akhirat.
Orang kaya didunia selalu ingat pada Allah, maka ia akan senang di dunia dan akhirat.

Oleh karena itu walaupun senang maupun susah didunia ini semestinya tetap senang juga di akhirat. Caranya yaitu selalu ingat Allah dalam keadaan bagaimanapun baik dalam kesusahan maupun kesenangan.
Hakikatnya manusia tidak menghendaki untuk diciptakan (manusia/mahkluk tidak punya kehendak), tetapi Alah yang berkehendak menciptakan mahkluk/manusia. Maka wajiblah kita bersyukur atas terciptanya kita oleh Allah dan kehidupan susah, senang, adalah kehendak  dan kuasa Allah, maka kita harus bersyukur dan tawakkal atas apa-apa yang diberikan terutama nikmat hidup.

Tujuan Allah memberikan kesusahan atau penyakit kepada hambanya adalah
Pertama, untuk menguji hambanya, seberapa sabar hambanya dengan ujian kesusahan atau penyakit itu. Apakah hambanya masih bersyukur dengan ujian seperti itu.
Kedua, untuk mengisyaratkan atau memberitahu, atau mengingatkan pada hambanya, bahwa betapa tidak berdayanya Hamba itu, betapa tidak mampunya hamba itu, betapa lemahnya hamba itu, dan betapa berkuasanya Allah itu, betapa Maha Perkasanya Allah itu dibanding hambanya.

Musibah yang kau terima dengan sabar hanya mengharap ridho Allah lebih baik bagi kamu daripada nikmat yang membuatmu lupa kepada Allah.

Bersyukur atas Ni’mat
Bersabar atas cobaan

Ada 3 contoh keluarga yang dijelaskan Allah pada manusia.
1 Keluarga Fir’aun
Istri Fir’aun sangat beriman kepada Allah, sedangkan Fir’aun tidak beriman.
2 Keluarga Nabi Ayub
Nabi Ayub beriman kepada Allah, sedangkan istri Nabi Ayub menyalahkan Allah yang karena telah memberikan ujian penyakit pada Nabi Ayub.
3 Keluarga Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW dan istrinya Khadijah beriman kepada Allah.  

Semoga bermanfaat

29.5.12

SAUDARAKU., JANGAN MALU BELAJAR AGAMA

Saudaraku.., jangan malu belajar agama 

 

"Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?" (Az-Zumar: 9).
Jangan Malu Belajar Agama
"Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?" (Az-Zumar: 9).
Dari Ummu Salamah, dia berkata, Ummu Sulaim pernah datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak merasa malu dari kebenaran. Lalu, apakah seorang wanita harus mandi jika dia bermimpi? Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jika dia melihat air (mani)." Lalu, Ummu Salamah menutup wajahnya dan berkata, "Wahai Rasulullah, apakah wanita itu juga bisa bermimpi?" Beliau menjawab,"Ya, bisa. Maka, sesuatu yang menyerupai dirinya adalah anaknya." (Hadis sahih, ditakhrij Ahmad 6/306, al-Bukhari 1/44, Muslim 3/223, at-Tirmizi, hadis nomor 122, an-Nasa'i 1/114, Ibnu Majah hadits nomor 600, ad-Darimi 1/195, al-Baihaqi 1/168-169).
Ummu Salamah datang kepada Rasulullah saw. untuk belajar. Ia memulai dengan ucapan, "Sesungguhnya Allah tidak merasa malu dari kebenaran." Maksudnya, tidak ada halangan untuk menjelaskan yang benar, sehingga Allah membuat perumpamaan dengan seekor nyamuk dan yang serupa lainnya, seperti dalam firman-Nya, "Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu." (Al-Baqarah: 26).
Ummu Sulaim demikian pula, ia tidak malu untuk bertanya kepada yang lebih tahu perihal apa-apa yang mestinya ia ketahui dan pelajari, meskipun mungkin hal itu dianggap aneh. Sungguh benar perkataan Ummul Mukminin, Aisyah r.a., "Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Tidak ada rasa malu yang menghalangi mereka untuk memahami agama." (Diriwayatkan al-Bukhari 1/44).
Ummu Sulaim bertanya, "Apakah seorang wanita itu harus mandi jika dia mimpi bersetubuh?" Nabi saw. menjawab, "Jika dia melihat air." Maksudnya, ia harus mandi jika benar bermimpi dan ada bukti bekas air mani di pakaian. Namun, jika tidak, tidak perlu mandi. Setelah diberi jawaban yang singkat dan padat ini, Ummu Salamah langsung menutupi wajahnya seraya bertanya, "Apakah wanita itu juga bermimpi?"
Keheranan Ummu Salamah itu bukanlah sesuatu yang aneh. Hal yang sama Pernah terjadi pada diri Aisyah yang lebih berilmu, seperti disebutkan dalam suatu riwayat dia berkata, "Kecelakaan bagimu. Apakah wanita akan mengalami seperti itu?" Dia berkata seperti itu dengan maksud untuk mengingkari bahwa wanita juga bisa bermimpi.
Keheranan Ummu Salamah dan Aisyah r.a. lebih disebabkan ketidaktahuan. Karena, tidak seluruh wanita bisa bermimpi, melainkan sebagian mereka. Namun, keheranan ini bisa dituntaskan oleh jawaban Nabi saw., "Na'am, taribat yaminuki," ("Benar, seorang wanita bisa bermimpi)." Kemudian ada bukti nubuwwah di akhir ucapan beliau: "Sesuatu yang bisa menyerupai dirinya adalah anaknya."
Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan perkataan itu. Laki-laki dan wanita saling bersekutu dalam pembentukan janin. Benih datang dari pasangan laki-laki menuju indung telur dalam tubuh wanita. Lalu, keduanya bercampur, dalam pengertian separo sifat-sifat yang diwariskan kira-kira bersumber dari laki-laki dan separo lainnya kira-kira berasal dari perempuan. Kemudian bisa juga terjadi pertukaran dan kesesuaian, sehingga ada sifat-sifat yang lebih menonjol antara keduanya. Dari sinilah terjadi penyerupaan.
Pelajaran berharga yang bisa dipetik, selagi kita dikungkung rasa malu dan tidak mau mengetahui hukum-hukum din, maka ini merupakan kesalahan yang amat besar, bahkan bisa berbahaya. Ada baiknya kita membiasakan diri untuk tidak merasa malu dalam mempelajari hukum-hukum Islam, baik hukum yang kecil maupun hukum yang besar. Sebab, jika seseorang, terutama wanita, lebih banyak dikungkung rasa malu, dia terhalang untuk mengetahui sesuatu.
Mujahid Rahimahullah berkata, "Orang yang malu dan sombong tidak akan mau mempelajari ilmu." Sebuah nasihat berharga yang secara eksplisit menganjurkan orang-orang yang mencari ilmu agar tidak merasa lemah dan takkabur, sebab kedua hal tersebut dapat menghalangi semangat mencari ilmu.
Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah jika dia mengetahui dinnya. Karena itu, Islam mewajibkan, baik kepada laki-laki maupun wanita untuk mencari ilmu. Bukankah Allah juga berfirman, "Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?" (Az-Zumar: 9). Bahkan, terdapat ayat yang secara khusus ditujukan kepada ummahatul mukminin, berupa anjuran mempelajari kandungan Alquran sunah, "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah." (Al-Ahzab: 34).
Karena perintah Allah inilah, para Sohabiyah merasakan keutamaan ilmu. Mereka pun pergi menemui Nabi saw. dan menuntut suatu majlis belajar din bagi mereka. Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a., dia berkata, "Para wanita berkata kepada Nabi saw., 'Kaum laki-laki telah mengalahkan kami atas diri baginda, maka buatlah bagi kami dari waktu baginda.' Maka beliau menjanjikan suatu hari kepada mereka. Pada saat itu beliau menemui mereka dan memberi wasiat serta perintah kepada mereka. Di antara yang beliau katakan kepada mereka adalah, 'Tidaklah ada di antara kamu sekalian seorang wanita yang ditinggal mati oleh tiga anaknya, melainkan anak-anaknya itu menjadi penghalang baginya dari neraka?' Seorang wanita bertanya, 'Bagaimana dengan dua anak?' Maka beliau menjawab, 'Begitu pula dua anak'." (Abu Zahrah, diadaptasi dari tulisan Majdi as-Sayyid Ibrahim).


Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

SEKILAS TENTANG NABI MUSA A.S.


Kelahiran Nabi Musa

Nabi Musa diutuskan oleh Allah bagi memimpin Bani Israil ke jalan benar. Beliau merupakan anak kepada Imran dan Yukabad binti Qahat, (Musa bin Imran bin Qohath bin Lewi bin Yakqub bin Ishaq bin Ibrahim), bersaudara (adik-beradik mengikut sesetengah periwayatan) dengan Nabi Harun, dilahirkan di Mesir pada pemerintahan Firaun.

Firaun Dengan Mimpi

Waktu kelahirannya cukup cemas kerana Firaun menguatkuasakan undang-undang supaya setiap bayi lelaki yang dilahirkan terus dibunuh. Tindakan itu diambil kerana dia sudah terpengaruh dengan ahli nujum yang mentafsirkan mimpinya. Firaun bermimpi Mesir terbakar dan penduduknya mati, melainkan kalangan Kaum Israel, sedangkan ahli nujum mengatakan kuasa negara itu akan jatuh ke tangan lelaki Kaum Israel. Disebabkan khuatir, dia memerintahkan setiap rumah digeledah dan jika mendapati bayi lelaki perlu dibunuh.
Ibu Nabi Musa, Yukabad melahirkan seorang bayi lelaki (Musa) dan kelahiran itu dirahsiakan. Kerana merasa bimbang dengan keselamatan Musa, apabila musa mencecah umur tiga bulan Musa dihanyutkan ke Sungai Nil. Musa yang terapung di sungai itu ditemui isteri Firaun , Asiah sendiri ketika sedang mandi dan tanpa berlengah dibawanya ke istana. Melihat isterinya membawa seorang bayi, Firaun dengan tidak teragak-agak menghunuskan pedang untuk membunuh Musa. Asiah berkata: “Janganlah dibunuh anak ini kerana aku menyayanginya. Baik kita menjadikannya seperti anak sendiri kerana aku tidak mempunyai anak.” Dengan kata-kata dari Asiah tersebut, Firaun tidak sampai hati untuk membunuh Musa.

Nabi Musa Bertemu ibunya

Kemudian Asiah mendapatkan pengasuh tetapi tidak seorang pun yang dapat mendodoikan Musa dengan baik, malah dia asyik menangis dan tidak mahu disusui. Selepas itu, ibunya sendiri tampil untuk mengasuh dan membesarkannya di istana Firaun.Al-Quran menghuraikan peristiwa itu: “Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya senang hatinya dan tidak berdukacita dan supaya dia mengetahui janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”
Pada satu hari, Firaun mendukung Musa yang masih kanak-kanak, tetapi dengan tiba-tiba janggutnya ditarik hingga dia kesakitan, lalu berkata: “Wahai isteriku, mungkin kanak-kanak ini yang akan menjatuhkan kekuasaanku.” Isterinya berkata: “Sabarlah, dia masih kanak-kanak, belum berakal dan mengetahui apa pun.” Sejak berusia tiga bulan hingga dewasa Musa tinggal di istana itu sehingga orang memanggilnya Musa bin Firaun. Nama Musa sendiri diberi keluarga oleh Firaun. “Mu” bermakna air dan “sa” bermaksud pokok sempena tempat penemuannya di tepi Sungai Nil oleh Asiah.

Mukjizat Nabi Musa hadapi Firaun

Meleraikan pergaduhan

Kisah pertembungan di antara mukjizat Nabi Musa dengan sihir dari tukang sihir firaun dikata bermula disebab satu peristiwa di mana pada satu ketika semasa Musa mengambil meninjau di sekitar kota dan kemudian beliau terserempak dua lelaki sedang berkelahi, masing-masing di kalangan Bani Israel bernama Samiri dan bangsa Firaun, Fatun. Melihatkan pergaduhan itu Musa mahu mententeramkan mereka, tetapi ditepis Fatun. Tanpa berlengah Musa terus menghayunkan satu penumbuk ke atas Fatun, lalu tersungkur dan meninggal dunia.
Apabila mendapati lelaki itu meninggal dunia kerana tindakannya, Musa memohon ampun kepada Allah seperti dinyatakan dalam al-Quran: “Musa berdoa: Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiayai diriku sendiri kerana itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Nabi Musa keluar dari Mesir dan berkahwin

Tidak lama kemudian orang ramai mengetahui kematian Fatun disebabkan Musa dan berita itu turut disampaikan kepada pemimpin kanan Firaun. Akhirnya mereka mahu menangkap Musa. Disebabkan terdesak, Musa mengambil keputusan keluar dari Mesir. Beliau berjalan tanpa arah dan tujuan, tetapi selepas lapan hari, beliau sampai di kota Madyan, iaitu kota Nabi Syu’aib di timur Semenanjung Sinai dan Teluk Aqabah di selatan Palestin.
Musa tinggal di rumah Nabi Syu’aib a.s. (Jethro) beberapa lama sehingga berkahwin dengan anak gadisnya bernama Saffurah (Zipporah). Selepas menjalani kehidupan suami isteri di Madyan, Musa meminta izin Syu’aib untuk pulang ke Mesir.

Berbicara dengan Allah

Dalam perjalanannya itu, akhirnya baginda dan isterinya tiba di Bukit Sinai. Dari jauh, baginda ternampak api, lalu terfikir mahu mendapatkannya untuk dijadikan penyuluh jalan. Baginda meninggalkan isterinya sebentar untuk mendapatkan api itu. Apabila sampai di tempat api menyala itu, baginda mendapati api menyala pada sebatang pokok, tetapi tidak membakar pokok berkenaan. Ini menghairankannya dan ketika itu baginda terdengar suara wahyu daripada Tuhan.
Selepas itu Allah berfirman kepadanya, bermaksud: “....Wahai Musa sesungguhnya Aku Allah, iaitu Tuhan semesta alam.”
Firman-Nya lagi, bermaksud: “Dan lemparkan tongkatmu, apabila tongkat itu menjadi ular Musa melihatnya bergerak seperti seekor ular, dia berundur tanpa menoleh. Wahai Musa datanglah kepada-Ku, janganlah kamu takut, sungguh kamu termasuk orang yang aman.”
Selepas itu Allah berfirman lagi kepada Musa, maksudnya: “Masukkan tanganmu ke leher bajumu, pasti keluar putih bersinar dan dakapkan kedua tanganmu ke dada kerana ketakutan....”. Tongkat baginda yang bertukar menjadi ular dan tangan putih berseri-seri itu adalah dua mukjizat yang dikurniakan Allah kepada Nabi Musa.

Pulang ke Mesir dan berhadapan dengan ahli sihir firaun

Tatkala baginda dalam perjalanan pulang dari Madyan ke Mesir, bagi menghadapi Firaun dan pengikutnya yang fasik. Firaun cukup marah mengetahui kepulangan Musa yang mahu membawa ajaran lain daripada yang diamalkan selama ini sehingga memanggil semua ahli sihir untuk mengalahkan dua mukjizat berkenaan. Ahli sihir Firaun masing-masing mengeluarkan keajaiban, ada antara mereka melempar tali terus menjadi ular. Namun, semua ular yang dibawa ahli sihir itu ditelan ular besar yang berasal daripada tongkat Musa.
Firman Allah bermaksud: “Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, pasti ia akan menelan apa yang mereka buat. Sesungguhnya apa yang mereka buat itu hanya tipu daya tukang sihir dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang.”
Semua keajaiban ahli sihir itu ditewaskan Musa menggunakan dua mukjizat berkenaan, menyebabkan sebahagian daripada kalangan pengikut Firaun, termasuk isterinya mengikuti ajaran yang dibawa Musa. Melihatkan ahli sihir dan sebahagian pengikutnya beriman dengan ajaran Nabi Musa, Firaun marah, lalu menghukum golongan berkenaan. Manakala isterinya sendiri diseksa hingga meninggal dunia.

Nabi Musa membelah laut dan tenggelamnya firaun dan kuncu-kuncunya

Nabi Musa bersama orang beriman terpaksa melarikan diri sehingga mereka sampai di Laut Merah. Dengan kuasa Allah, laut itu terbelah dan mereka dapat melintasinya. Namun, Firaun dan tenteranya yang sudah mengamuk mengejar mereka dari belakang, tetapi mereka semua mati ditenggelamkan laut.
Al-Quran menceritakan: “Dan ingatlah ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan Firaun dan pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.”

Nabi Musa bermunajat di Bukit Sina

SELEPAS keluar dari Mesir, Nabi Musa bersama sebahagian pengikutnya dari kalangan Bani Israel menuju ke Bukit Sina untuk mendapatkan kitab panduan daripada Allah. Namun, sebelum itu Musa disyaratkan berpuasa selama 30 hari pada Zulkaedah. Ketika mahu bermunajat, beliau beranggapan bau mulutnya kurang menyenangkan. Beliau menggosok gigi dan mengunyah daun kayu, lalu perbuatannya ditegur malaikat dan beliau diwajibkan berpuasa 10 hari lagi.Dengan itu puasa Musa genap 40 hari.
Sewaktu bermunajat, Musa berkata: “Ya Tuhanku, nampakkanlah zatMu kepadaku supaya aku dapat melihatMu.” Allah berfirman: “Engkau tidak akan sanggup melihatKu, tetapi cuba lihat bukit itu. Jika ia tetap berdiri tegak di tempatnya seperti sediakala, maka nescaya engkau dapat melihatku.” Musa terus memandang ke arah bukit yang dimaksudkan itu dan dengan tiba-tiba bukit itu hancur hingga masuk ke perut bumi, tanpa meninggalkan bekasnya.Musa terperanjat dan gementar seluruh tubuh lalu pengsan.

Bertasbih

Apabila sedar, Musa terus bertasbih dan memuji Allah, sambil berkata: “Maha besarlah Engkau ya Tuhan, ampuni aku dan terimalah taubatku dan aku akan menjadi orang pertama beriman kepadaMu.” Sewaktu bermunajat, Allah menurunkan kepadanya kitab Taurat. Menurut ahli tafsir, ketika itu kitab berkenaan berbentuk kepingan batu atau kayu, namun padanya terperinci segala panduan ke jalan diredhai Allah.
Sebelum Musa pergi ke bukit itu, beliau berjanji kepada kaumnya tidak akan meninggalkan mereka lebih 30 hari. Tetapi Nabi Musa tertunda 10 hari, kerana terpaksa mencukupkan 40 hari puasa. Bani Israel kecewa dengan kelewatan Musa kembali kepada mereka. Ketiadaan Musa membuatkan mereka seolah-olah dalam kegelapan dan ada antara mereka berfikir keterlaluan dengan menyangka beliau tidak akan kembali lagi. Dalam keadaan tidak menentu itu, seorang ahli sihir dari kalangan mereka bernama Samiri mengambil kesempatan menyebarkan perbuatan syirik. Dia juga mengatakan Musa tersesat dalam mencari tuhan dan tidak akan kembali. Ketika itu juga, Samiri membuat sapi betina daripada emas. Dia memasukkan segumpal tanah, bekas dilalui tapak kaki kuda Jibril ketika mengetuai Musa dan pengikutnya menyeberangi Laut Merah. Patung itu dijadikan Samiri bersuara.(Menurut cerita, ketika Musa dengan kudanya mahu menyeberangi Laut Merah bersama kaumnya, Jibril ada di depan terlebih dulu dengan menaiki kuda betina, kemudian diikuti kuda jantan yang dinaiki Musa dan pengikutnya. Kemudian Samiri menyeru kepada orang ramai: “Wahai kawan-kawanku, rupanya Musa sudah tidak ada lagi dan tidak ada gunanya kita menyembah Tuhan Musa itu. Sekarang, mari kita sembah anak sapi yang diperbuatkan daripada emas ini. Ia dapat bersuara dan inilah tuhan kita yang patut disembah.”
Selepas itu, Musa kembali dan melihat kaumnya menyembah patung anak sapi. Beliau marah dengan tindakan Samiri.
Firman Allah: “Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa; wahai kaumku, bukankah Tuhanmu menjanjikan kepada kamu suatu janji yang baik? Apakah sudah lama masa berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki supaya kemurkaan Tuhanmu menimpamu, kerana itu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku.”
Musa bertanya Samiri, seperti diceritakan dalam al-Quran: “Berkata Musa; apakah yang mendorongmu berbuat demikian Samiri? Samiri menjawab: Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam tanah (bekas tapak Jibril) lalu aku masukkan dalam patung anak sapi itu. Demikianlah aku menuruti dorongan nafsuku.”
Kemudian Musa berkata: “Pergilah kamu dan pengikutmu daripadaku, patung anak sapi itu akan aku bakar dan lemparkannya ke laut, sesungguhnya engkau akan mendapat seksa.”Umat Nabi Musa bersifat keras kepala, hati mereka tertutup oleh kekufuran, malah gemar melakukan perkara terlarang, sehingga sanggup menyatakan keinginan melihat Allah, baru mahu beriman.
Firman Allah: “Dan ingatlah ketika kamu berkata: Wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, kerana itu kamu disambar halilintar, sedangkan kamu menyaksikannya. Selepas itu Kami bangkitkan kamu selepas mati, supaya kamu bersyukur.”

Kezaliman Firaun

Allah memberikan banyak nikmat kepada Bani Israel, antaranya dibebaskan daripada kezaliman Firaun, menjalani kehidupan di kawasan subur, mempunyai Taurat dan rasul di kalangan mereka, tetapi mereka tidak bersyukur, malah memberikan pelbagai alasan. Mereka juga membelakangi wahyu Allah kepada Musa supaya berpindah ke Palestin. Alasan diberikan kerana mereka takut menghadapi suku Kan’an. Telatah Bani Israel yang pengecut itu menyedihkan hati Musa, lalu beliau berdoa: “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai selain diriku dan diri saudaraku Harun, maka pisahkanlah kami dari orang fasik mengingkari nikmat dan kurniaMu.”
Hukuman Bani Israel yang menolak perintah itu ialah Allah mengharamkan mereka memasuki Palestin selama 40 tahun dan selama itu mereka berkeliaran di atas muka bumi tanpa tempat tetap.Mereka hidup dalam kebingungan sehingga semuanya musnah. Palestin kemudian dihuni oleh generasi baru.
Bani Israel juga memperlekehkan rasul mereka, yang dapat dilihat melalui kisah sapi seperti dalam surah al-Baqarah: “Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih sapi betina. Mereka berkata; apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan...”
Musa meninggal dunia ketika berusia 120 tahun, tetapi ada pendapat menyatakan usianya 150 tahun di Bukit Nabu’, tempat diperintahkan Allah untuk melihat tempat suci yang dijanjikan, yaitu Palestin. Tetapi beliau tidak sempat memasukinya.

DIBAWAH INI CUPLIKAN FILM KISAH NABI MUSA YANG BERJUDUL “THE TEN COMMANDMENTS”  PRODUKSI PARAMOUNT PICTURE TAHUN 1956, DISUTRADARAI OLEH CECIL B.DEMILLE’S, DIBINTANGI OLEH CHARLTON HESTON, YUL BRYNNER, ANNE BAXTER, EDWARD G.ROBINSON, YVONNE DE CARLO

ANDA berminat film ini..? kirim email ke aplikasimu@yahoo.co.id

17.5.12

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam”

3.3.12

Bagaimana Cara Mencintai Allah dan Rasul-Nya ?



Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya:
"Katakanlah, 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q. S. Ali Imran: 31)
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda:
"Tidaklah beriman (secara sempurna) salah seorang dari kamu sehingga aku lebih ia cintai daripada orangtuanya, anaknya dan segenap manusia." (HR. Al-Bukhari)

Ayat di atas menunjukkan bahwa kecintaan kepada Allah adalah dengan mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam. Menta'ati apa yang beliau perintahkan dan meninggalkan apa yang beliau larang, menurut hadits-hadits shahih yang beliau jelaskan kepada umat manusia. Tidaklah kecintaan itu dengan banyak bicara dengan tanpa mengamalkan petunjuk, perintah dan sunnah-sunnah beliau.

Adapun hadits shahih di atas, ia mengandung pengertian bahwa iman seorang muslim tidak sempurna, sehingga ia mencintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam melebihi kecintaannya terhadap anak, orang tua dan segenap manusia, bahkan sebagaimana ditegaskan dalam hadits lain hingga melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri.
Pengaruh kecintaan itu tampak ketika terjadi pertentangan antara perintah-perintah dan larangan-larangan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam dengan hawa nafsunya, keinginan isteri, anak-anak serta segenap manusia di sekelilingnya. Jika ia benar-benar mencintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam, ia akan mendahulukan perintah-perintahnya dan tidak menuruti kehendak nafsunya, keluarga atau orang-orang di sekelilingnya. Tetapi jika kecintaan itu hanya dusta belaka maka ia akan mendurhakai Allah dan RasulNya, lalu menuruti setan dan hawa nafsunya.

Jika anda menanyakan kepada seorang muslim, "Apakah anda mencintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam ?" Ia akan menjawab, "Benar, aku korbankan jiwa dan hartaku untuk beliau." Tetapi jika selanjutnya ditanyakan, "Kenapa anda tidak meninggalkan kebiasaan yang dibenci Rasulullah SAW dan melanggar perintahnya dalam masalah ini dan itu, dan anda tidak meneladaninya dalam penampilan, akhlak dan ketauhidan Nabi?"
Dia akan menjawab"Kecintaan itu letaknya di dalam hati. Dan alhamdulillah, hati saya baik."Kita mengatakan padanya,"Seandainya hatimu baik, niscaya akan tampak secara lahiriah, baik dalam penampilan, akhlak maupun keta'atanmu dalam beribadah mengesakan Allah semata." Sebab Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda:
"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad itu terdapat segumpal daging. Bila ia baik maka akan baiklah seluruh jasad itu, dan bila ia rusak maka akan rusaklah seluruh jasad itu. Ketahuilah, ia adalah hati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Suatu contoh, seorang alim bersilaturrahim kepada seorang yang kelihatan shaleh tetapi masih suka memasang gambar-gambart binatang. Orang itu lalu mengingatkannya dengan larangan Rasulullah dalam soal memajang gambar-gambar. Tetapi ia menolak sambil mengatakan, "Ini gambar yang idah dan menarik."
Suatu hal yang mengherankan, seorang yang kelihatan shaleh dan merasa mencintai Rasulullah SAW tetapi masih senang dengan kesukaan yang kelihatan ringan tetapi termasuk dalam hal yang dilarang
.
Dalam hati penulis berkomentar, "Orang tersebut mendurhakai perintahnya, bagaimana mungkin akan masuk dalam kecintaannya. Dan, apakah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam akan rela dengan perbuatan tersebut? Sesungguhnya kita dan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam berada di bawah perlindungan Allah semata."

Kecintaan kepada Rasulullah adalah tidak dengan menyelenggarakan peringatan, pesta, berhias, dan menyenandungkan syair yang tak akan lepas dari kemungkaran. Demikian pula tidak dengan berbagai macam bid'ah yang tidak ada dasarnya dalam ajaran syari'at Islam. Tetapi, kecintaan kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam adalah dengan mengikuti petunjuknya, berpegang teguh dengan sunnahnya serta dengan menerapkan ajaran-ajarannya.
Sungguh, alangkah indah ungkapan penyair tentang kecintaan sejati di bawah ini.
"Jika kecintaanmu itu sejati, niscaya engkau akan menta'atinya.
Sesungguhnya seorang pecinta, kepada orang yang dicintainya akan selalu ta'at setia."

Sumber: Disadur dari JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

7.12.11

MISTERI KOTA SUCI MEKAH



Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.


Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.


Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam”

22.10.11

NEGERI SERIBU SATU SULUK DI RIAU

Syekh Abdul Wahab lahir 28 September 1811 di Kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Rokan Hulu, Riau adalah silsilah ke 25 dengan gelar Al-Khalidi Naqsybandiyah.
Beliau belajar Tarekat Naqsyabandiyah di Mekah.
Beliau mendirikan kampung Masjid di Rokan Hilir Riau.
Beliau juga mendirikan kampung Babussalam di Langkat Sumut diatas tanah yang diserahkan oleh Sultan Musa al-Muazzamsyah dari Kerajaan Langkat.
Menetap dan wafat di Langkat Sumut.
Rokan Hilir terkenal dengan julukan Negeri Seribu Satu Suluk.
Ada banyak rumah suluk disana, salah satunya Madrasah Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Syekh H.M.Khotib, Kepenghuluan Sintong, Kec. T. Putih, Kab. Rokan Hilir, Riau.

23.7.11

MUBAH DAN AZAB

"Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Daud dan Isa ibnu Maryam. Hal itu karena mereka durhaka lagi melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah dari kemungkaran yang mereka lakukan. Amatlah butuk apa yang mereka perbuat."
(Q. S. Al-Ma-idah: 78-79)
Beberapa hari terakhir ini, hujan selalu membasahi bumi nusantara yang tercinta ini tanpa henti, kadang deras kadang rintik-rintik tiada henti, serta tidak dapat diprediksi. Akibatnya sudah dapat diduga, yaitu banjir datang melanda di berbagai tempat terutama di wilayah ibu kota dan sekitarnya. Orang-orang pada panik seketika. Sudah banyak pemukiman yang dilanda banjir, sehingga menimbulkan gelombang pengungsi yang tentu saja membutuhkan bantuan moril dan harta benda, terutama dari Pemerintah Daerah Ibukota. Para pekerja kantoran banyak yang terhambat perjalanannya, karena ruas-ruas jalan yang tergenang air di mana-mana. Perekonomian tidak berjalan dengan semestinya. Angkutan umum banyak yang tidak beroperasi, sehingga banyak yang harus jalan kaki. Gardu-gardu lilstrik pada mati, sehingga rumah-rumah gelap sekali. Bahkan ada yang kesetrum langsung mati, karena gardu yang tergenang masih menyala. Dan banyak lagi peristiwa-periatiwa yang tidak dapat disebutkan satu persatu di sini. Apa lagi kalau kita buka catatan kehidupan bangsa ini selama beberapa bulan atau beberapa tahun kebelakang. Kita akan mendapati catatan yang mengerikan . Ada tanah longsor, banjir, gempa bumi, tabrakan kereta, jatuh atau hilangnya pesawat terbang, kebakaran hutan, pembantaian massal antar etnis, perang antar umat beragama, dan lain sebagainya. Semua itu menhadi instrumentalia pengiring bagi krisis yang sedang melanda negeri ini. Krisis dari segala sisi vital kehidupan berbangsa. Krisis ekonomi, kepercayaan, kejujuran, keamanan, keadilan, kemanusiaan, yang semuanya itu bermuara dari satu krisis yaitu krisis Iman. Walaupun kenyataannya kebanyakan masyarakat kita tidak ambil pusing dengan krisis yang satu ini, tapi cenderung enggan bahkan takut untuk benar-benar beriman.
Mari sejenak kita merenungkan betapa melimpahnya kekayaan yang dikaruniakan Allah Tuhan alam semesta kepada bangsa kita ini. Jawabnya tentu tak mampu kita menghitungnya, karena nikmat Allah benar-benar tidak mungkin kita hitung. Belum lagi nikmat hidup, tentram, sehat dan sejahtera, dan lain-lainnya. Tapi kita rupanya tidak tahu diri, kita mulai ingkar akan karunia Allah yang tak terhingga ini. Mulai timbul perasaan bahwa ini semua karena kehebatan manusia mengolah dan mengeksploitasinya. Kita lupa bahwa kita tidak ada apa-apa di hadapan Allah. Tekhnologi canggih kita sikapi dengan berlebihan, sehingga kita mendewakannya tanpa mau menyadari bahwa semua itu karunia Allah juga, tapi jika dibarengi dengan jiwa yang kering iman dan taqwa, hanya akan membawa petaka cepat atau lambat. Kemudian bangsa ini mulai terjerumus ke dalam jurang ma'shiyat dan kubangan dosa. Bangsa ini mulai meninggalkan perintah Allah satu demi satu. Pertama, telinga kita perlahan tapi pasti mulai enggan mendengar ayat-ayat Allah dilantunkan, seruan-seruan kebaikan dikumandangkan. Namun sebaliknya ia lebih suka mendengar kata-kata yang membuat orang terlena, terbuai, seruan-seruan hina, kata-kata kotor, apalagi hal itu sudah dianggap lucu, karena sudah terbiasa. Mata kita lebih suka melihat hal-hal nista dan hina. Tangan kita banyak melakukan kejahatan dan kekejaman. Kaki kita lebih suka melangkah menuju tempat-tempat dosa dan ma'shiyat. Otak dan hati kita lebih suka memikirkan segala perkara dunia dan lalai dari dari segala perkara akhirat.
Lihatlah kemungkaran dan kejahatan yang sekarang sangat meresahkan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Mulai dari pencurian, perampokan, pembunuhan, perkelahian antar kampung, penjambretan, pemerasan, hina-menghina, menggunjing, tipu daya, mengurangi timbangan, makan riba, makan yang diharamkan, judi, pemerkosaan, perzinaan, pornografi yang marak di berbagai media baik cetak maupun elektronik, narkoba, mabuk-mabukan, kezhaliman, jual beli keadilan, mempermainkan kemanusiaan, jiwa kikir, keserakahan terhadap dunia yang tak putus dari generasi ke generasi, korupsi, manipulasi, suap, dan masih banyak lagi. Namun nampaknya kita sampai saat ini belum menyadari sehingga tidak mau mengambil pelajaran dan hikmah dari semua yang terjadi. Kita tidak lagi mau mencegah kemungkaran, enggan menyeru kepada perbuatan yang ma'ruf. Akibatnya kemungkaran menjadi hal biasa di mata kita, sementara kebaikan menjadi hal yang aneh dan mungkar. Betapa tidak, setiap yang ingin menegakkan nilai-nilai agama dengan gigihnya dianggap sebagai kelompok militan yang membahayakan, setiap usaha mengusir perjuadian, perzinaan, dan perbuatan keji lainnya dianggap sebagai tindakan keras dan berlebihan. Tidakkah ini merupakan suatu krisis yang sangat parah dan berbahaya?
Mungkin kita masih berfikir bahwa itu kan perbuatan sebagian orang. Benar, tapi bukankah kita cuma diam dan membisu? Orang yang diam melihat kemungkaran adalah setan bisu. Apalagi Allah telah memperingatkan kita akan bahaya membiarkan kemungkaran dalam firmat-Nya:
"Dan takutlah kalian akan fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim diantara kalian saja. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Pedih azab-Nya." (Q. S. Al-Anfaal: 25 )
Keadaan bertambah parah ketika bencana silih berganti datang melanda, kebanyakan kita belum juga ingat akan Tuhan, apalagi berdo'a meminta ampunan dan memohon pertolongan. Kalau memang demikian keadaan kita, maka wajarlah kalau Allah menimpakan kepada kita segala krisis yang terjadi. Harga diri tidak berarti lagi, harga-harga melambung tinggi, kebutuhan sulit dipenuhi, keamanan menjadi sangat sulit dicari, bahkan butuh biaya tinggi. Kejujuran menjadi barang langka yang sangat diminati tapi sulit ditemui. Karena kejujuran yang telah diberikan Allah kepada setiap orang sudah tergadai sedikit demi sedikit hingga habis dengan segala kepentingan dunia yang sangat mempesona ini.
Segeralah bertaubat memohon ampunan, dan pertolongan kepada Allah, karena hanya Allah-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penolong. Allah Maha Penerima Taubat bagi hamba-Nya yang bertaubat. Ia akan mengampuni dosa betapapun besarnya selama pintu taubat belum ditutupnya. Sesungguhnya rahmat Allah itu meliputi segala sesuatu dan ampunan-Nya jauh lebih besar dari murka-Nya. Wabillahit Taufiq wal hidayah. Wal hamdu lillahi rabbil 'alamin.

JEJAK JEJAK IBLIS

"Maka setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya untuk menampakkan aurat keduanya yang tertutup kepada keduanya, dan setan berkata: 'Tuhanmu tidak melarangmu dari mendekati pohon itu melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)'. Dia bersumpah kepada keduanya, 'Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.' Dia membujuk keduanya dengan tipu daya...." (Al-A'raf: 20--22).
Adam dan Hawa tinggal di surga. Iblis iri dibuatnya. Ia menyimpan dendam kesumat terhadap keduanya. Iblis pun berjanji akan mendongkel mereka dari surga. Tidak hanya itu, iblis juga berjanji menggelincirkan anak cucu Adam sampai kiamat. Demi ambisinya, iblis bahkan meminta dispensasi kepada Allah untuk bisa hidup sampai akhir zaman. Ia pun mencari celah untuk menggoda Adam dan Hawa. Celah itu akhirnya ia temukan. Iblis membujuk keduanya agar mendekati pohon larangan. Pohon yang Allah melarang keduanya untuk mendekati dan memakan buahnya. Keduanya tertipu, mereka mendekati dan memakan buahnya. Iblis tertawa terbahak. Akhirnya, mereka semua dikeluarkan dari surga.
Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya untuk menampakkan aurat keduanya yang tertutup kepada keduanya.... Setan tahu jika keduanya mendekati pohon larangan, aurat mereka akan tampak, karena mendekatinya adalah larangan dan melanggar larangan adalah maksiyat kepada Allah. Fawaswasa lahuma… (Iblis kemudian membisiki keduanya). Waswasah adalah bisikan hati dan suara yang pelan. Artinya, iblis melakukannya secara halus, melalui bisikan hati, dan kadang tidak terdeteksi.
Setan berkata, "Tuhanmu tidak melarangmu dari mendekati pohon itu, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal di surga."
Pintu tipu daya terbesar adalah ketika iblis berhasil mengidentifikasi keinginan Adam dan Hawa untuk kekal di surga. Demikian dikatakan oleh Ibnu Qoyyim. Keinginan…, itulah yang banyak menjadi pintu tipu daya setan. Seperti maklum, setan menggoda Anak Adam melalui aliran darah. Ia mencapai nafsu manusia dengan merasuk dan menanyainya, termasuk menanyai apa yang disukai dan apa yang tak disukai; apa yang diingini dan apa yang tak diingini. Anak Adam banyak terperdaya melalui pintu ini.
Setelah iblis berhasil mengendus keinginan moyang kita, ia menerapkan politik berikutnya. Apa itu? ia berkedok menjadi penasihat bagi keduanya. Tidak tanggung-tanggung, untuk meyakinkan Adam dan Hawa, ia harus bersumpah dengan nama Allah. Untaian kalimatnya pun dibuat simpatik, Waqaasamahumaa innii lakumaa la-minan-naasihiin (Dia bersumpah kepada keduanya, 'Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua....').
Sebuah ungkapan yang membuai, Ada penegasan dengan sumpah (waqaasamahumaa) , ada penegasan dengan kata sesungguhnya (inni), unsur objek dikedepankan dari subjek (lakumaa sebelum naasihin) yang mengandung makna pengkhususan, sehingga ayat tersebut bisa bermakna, "Nasihatku kuberikan khusus untuk kalian berdua, dan manfaatnya kembali kepada kalian berdua, bukan kepadaku."
Pekerjaan menasihati juga diungkapkan dengan isim fa'il yang menunjukkan sifat, dan bukan fi'il yang menunjukkan kejadian yang baru terjadi, sehingga ia dapat dimaknai: memberikan nasihat adalah sifat, watak, dan profesiku, bukan hal yang bersifat insiden.
Iblis juga menggambarkan dirinya sebagai salah satu dari banyak penasihat (laminan-naasihin), dengan begitu seolah dia berkata, "Banyak orang menasihatimu dalam hal ini, sedangkan aku hanya salah seorang dari mereka." Ini serupa dengan ungkapan, "Semua orang sependapat denganku dalam masalah ini, dan aku hanyalah salah seorang yang menyuruhmu berbuat begitu."
Singkatnya, iblis menggunakan politik meyakinkan, membesarkan hati, dan memberikan solusi untuk sebuah tindakan membohongi, menipu, dan memperdaya. Untuk meyakinkan, ia tampil sebagai pemberi nasihat atau konsultan profesional, yang pendapatnya diklaim mewakili pendapat kebanyakan. Bahkan, untuk menipu Adam dan Hawa, Iblis perlu menjuluki pohon larangan dengan pohon kekekalan, seperti dalam firman Allah, "Setan berkata: 'Wahai Adam, maukah kutunjukkan kepadamu pohon kekekalan (syajaratul khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa'?" (Thaha: 120).
Politik Iblis banyak ditiru pengikut-pengikutnya. Termasuk pengikutnya dari golongan manusia. Ada politik "penghalusan" semacam di atas. Kemungkaran banyak dijuluki dengan nama cantik. Judi dinamakan adu ketangkasan. Dahulu, judi bahkan dinamakan sumbangan dana sosial; pelacur dijuluki wanita idaman; riba disebut bunga; pengingkaran terhadap ayat dinamakan kontekstualisasi; penyelewengan Alquran diklaim membumikan Alquran; pembantaian penduduk sipil disebut penegakan demokrasi. Memerangi Islam disebut memerangi teroris, dan seterusnya.
Mendompleng keinginan orang juga lazim digunakan para pengikut setan. Jika mereka bermaksud mempengaruhi orang, agar maksud jahatnya terwujud, mereka memulai menyinggung keinginan, kemauan, dan kebutuhan orang yang dipengaruhi, seperti keinginan Adam dan Hawa untuk kekal di surga. Kadang "singgungan" itu berupa rangsangan untuk menuju keinginan, kadang keinginan itu sendiri yang dipenuhi sebagai semacam "suapan". Betapa banyak misionaris yang membujuk umat Islam dengan kedok bantuan-bantuan kemanusiaan, terutama saat mereka tertimpa musibah atau terdesak kebutuhan. Juga betapa sering bangsa Barat memperalat pemerintahan negeri-negeri Islam untuk memerangi orang Islam dengan iming-iming yang menggiurkan atau yang lazim disebut dengan politik stick and carrot.
Sebagaimana iblis berkedok menjadi penasihat profesional, para pengikutnya di era modern juga demikian. Penasihat yang memberikan arahan dan solusi. Jika iblis melegalisasi profesionalismenya dengan sumpah atas nama Allah, dan dengan penguatan-penguatan lain, para penasihat modern tampil dengan performa yang meyakinkah, kredibel, bonafid, dan sejenisnya karena sebelumnya memang telah diopinikan demikian. Maka, ketika sebuah negara sakit, mereka tampil menjadi dokter. Orang sakit tentu susah dan kurang etis jika membantah sang dokter, tak peduli diagnosanya keliru, juga tak peduli obat yang diberikan racun sekalipun. Betapa banyak negeri yang sami'na waata'na didikte oleh lembaga semacam IMF dengan dalih penyelamatan, meskipun sesungguhnya penjerumusan.
Jika setan suka mengatasnamakan orang banyak (sesungguhnya aku salah satu pemberi nasihat), setan modern demikian juga. Untuk menjustifikasi kemauannya, ia perlu menyatakan bahwa ia didukung oleh banyak pihak. Meski kadang dukungan tersebut lebih bersifat klaim, misalanya penganugerahan nobel perdamaian dan sejenisnya. Bukankah pada era modern opini media massa yang membentuk fakta dan bukan fakta yang membentuk opini? Contoh menarik dewasa ini adalah daftar kelompok teroris versi PBB yang diklaim atas masukan banyak negara, seolah daftar tersebut mewakili aspirasi mayoritas penduduk dunia.
Akhirnya, marilah kita berlindung kepada Allah dari tipu daya setan, seperti diajarkan Allah dalam Alquran, "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahaan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia'." (An-Naas: 1--6). (Abu Zahrah).

LIHAT HANTU TERTAWA DI SOREK SATU PELALAWAN
   DOWNLOAD